Rabu, 13 Februari 2013

Menghindari Fitnah Dajjal




Adapun cara untuk menjaga diri dari fitnah Dajjal, maka Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada umatnya bagiamana cara meraka  dalam menjaga diri dari fitnah dajjal, di antara cara tersebut adalah:
Pertama: Berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah, serta memhami nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia dan sifat-sifat -Nya yang tinggi, yaitu sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh seorangpun selain Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan memahami sifat ini maka dia mengetahui bahwa Dajjal adalah manusia biasa yang membutuhkan makan dan minum dan Allah subhanahu wa ta’ala suci dari sifat-sifa tersebut, Dajjal orang yang buta sebelah matanya, dan Allah subhanahu wa ta’ala tidak buta pada salah satu matanya, tidak ada seorang pun yang bisa melihat Tuhannya sehingga dia mati, sementara Dajjal disaksikan oleh seluruh manusia pada saat dia keluar ke hadapan masyarakat baik yang beriman atau yang kafir.
Kedua: Berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari fitnah Dajjal, khususnya pada saat shalat, dan telah diriwayatkan di dalam sebuah hadits yang shahih oleh Imam Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian melakukan tasyahhud maka hendaklah dia berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari siksa neraka Jahannam, dan dari siksa kubur, serta dari fitnah hidup dan mati, juga berlindung dari keburukan fitnah al-masihud dajjal”.[2]
Ketiga: Mengetahui hadits-hadits yang menerangkan tentang sifat-sifat Dajjal, waktu keluarnya, tempat munculnya dan cara agar selamat darinya. Aku telah menyebutkan sebagiannya dan barangsiapa yang ingin memperjelas masalah ini secara panjang lebar maka hendaklah dia membaca kitab Al-biadyah Wan Nihayah, karangan Ibnu Katsir, atau kitab Ittihaful jama’ah, karangan syekh Al-Tuwaijiri atau kitab Al-Asyartus Sa’ah karangan syekh Al-Wabil dan yang lainnya.
Keempat: Menghafal ayat-ayat surat Al-Kahfi. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk membaca pembukaan surat Al-Kahfi agar terhindar dari fitnah dajjal dan pada sebagian riwayat membaca ayat-ayat penutup surat Al-Kahfi. Diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Darda’ bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi maka dia akan terjaga dari fitnah Dajjal”.[3] Dan di dalam sebuh riwayat: “Dari akhir surat Al-Kahfi”.[4]
Imam Nawawi berkata: Sebab hal yang demikian itu adalah karena pada pembukaan ayat surat Al-Kahfi tersebut terdapat perkara-perkara yang menakjubkan dan barangsiapa yang memahaminya maka dia akan terhindar dari fitnah Dajjal, begitu pula dengan akhir surat Al-Kahfi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
‘’Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba -Ku menjadi penolong selain Aku?? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir. (QS. Al-Kahfi: 102)’’
Kelima: Berlari menjauh dari Dajjal dan yang lebih utama adalah bertempat tinggal di Makkah dan Madinah, sebab Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan bahwa dia tidak akan bisa memasuki Mekkah dan Madinah. Maka hendaklah bagi seorang muslim untuk menghindarinya pada saat dia keluar, sebab Allah telah memberikan kemampuan baginya untuk mempertontonkan perkara yang luar biasa sebagai fitnah bagi manusia, sebab seorang lelaki mendatanginya dan dia menyangka bahwa dirinya memiliki iman dan keteguhan namun dia terjebak menjadi pengikut Dajjal. Diriwyatkan oleh Abu Dawud di dalam kitab sunannya dari Imron bin Hushain bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang mendengar tentang Dajjal maka hendaklah dia menjauh darinya, demi Allah sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan dia menyangka bahwa dirinya beriman namun akhirnya terjebak mengikutinya karena berbagai syubhat yang yang ada padanya saat dibangkitkan atau kerena berbagai syubhat yang menjadi sebab dibangkitkannya, seperti inilah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”.[1]

Kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar Dia melindungi kita dan seluruh kaum muslimin dari fitnah Dajjal.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar